Home » Berternak
Tampilkan postingan dengan label Berternak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berternak. Tampilkan semua postingan
Cara Mendafatkan anak Sapi Dengan Baik dan Sehat
Untuk menghasilkan anak sapi cukup kuat sehingga sapi hamil selama minimal 6 minggu sebelum beranak dikeringkan dan diberi makan sapi unik dan sangat baik kualitas dan kuantitas. Setelah anak sapi lahir, merupakan periode yang sangat kritis. Oleh karena itu pedet harus mendapat perhatian terbaik (Muljana, 1982).Manajemen pemeliharaan sapi adalah bagian dari proses menciptakan sapi berkualitas. Hal ini diperlukan untuk pengobatan yang tepat dari sapi lahir sampai usia sapi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:1. Pengobatan sapi saat lahirPengobatan betis saat lahir dilakukan ketika orangtua tidak dapat beroperasi secara optimal. Hal ini untuk menjaga sifat atau perilaku hewan itu tidak dirugikan. Bantuan dapat diberikan dengan tindakan yang tepat perilaku hewan tersebut. Pertama membersihkan semua lendir yang ada di mulut dan hidung seperti yang ada dalam tubuh, menggunakan handuk (kain) bersih. Buat pernapasan buatan jika daging sapi tidak bisa bernapas. Kemudian memotong panjang tali pusar 10 cm dan dicat dengan yodium untuk mencegah infeksi dan terhubung. Biarkan kering dasar jerami. Dan jangan lupa untuk memberikan kolostrum sesegera mungkin dalam waktu 30 menit setelah lahir (Imron, 2009).2. MakananAnak Makan Sapi / Calf diharapkan sebanyak mungkin untuk mendapatkan nutrisi yang optimal. Nutrisi yang baik selama betis masih akan memberikan nilai positif menyapih, perawan dan siap menjadi bibit prima. Jadi dapat mencapai produktivitas yang optimal.a. Sapi proses pencernaan betis.Menurut Imron 2009, untuk dapat melaksanakan program-program di betis makan, yang terbaik adalah bahwa kita harus terlebih dahulu memahami struktur dan pengembangan saluran pencernaan betis. Pengembangan saluran pencernaan yang akan menyebabkan langkah-langkah nutrisi yang tepat. Sejak kelahiran perut sapi sexsy'd seperti empat, yaitu: rumen (lambung handuk), endoplasma (setelah dikurangi perut), omasum (perut buku) dan abomasum (perut sejati). Pada awal ketika dia lahir hanya abomasum sapi telah bertiup, kapasitas abomasum sekitar 60% sampai 8% dan kenaikan nanti.Berbeda dengan aslinya Rumen 25% berubah menjadi 80% sebagai orang dewasa. Waktu hanya akan mengkonsumsi susu sapi kecil sedikit demi sedikit dan secara bertahap mengkonsumsi daging sapi pemula (berkonsentrasi untuk pertumbuhan awal akan padat gizi, serat kasar rendah dan tekstur lembut) dan kemudian belajar untuk mengkonsumsi rumput.
Posted by Unknown
at 21.19,
Add Comment
Read more
Cara Beternak Burung Merpati
Burung merpati merupakan jenis burung yang bisa dilepas atau diumbar
dengan bebas sehingga kita tak perlu harus selalu mengurungnya di dalang
kandang. Hal ini demikian karena burung merpati akan kembali menuju
kandangnya sendiri, itulah mengapa pada zaman dahulu burung merpati
sering dimanfaatkan sebagai pengantar pesan atau merpati pos. Burung
merpati termasuk jenis burung yang perawatannya cukup gampang. Untuk
melacak keberadaannya sendiri ketika dilepaskan juga tidak terlalu
sulit. Bagi anda yang ingin mulai beternak burung merpati, ada
baiknya mengetahui dulu cara-caranya. Selain itu, ketahui pula ciri-ciri
indukan merpati yang bagus dan unggul agar mendapatkan keturunan unggul
pula.
Untuk indukan, pilihlah merpati yang telah berumur cukup. Ciri-ciri merpati yang bagus untuk indukan adalah sebagai berikut:
Pastikan
burung merpati yang anda pilih itu sehat kondisinya. Ciri merpati sehat
diantaranya ujung bagian sayapnya tidak nampak turun atau istilahnya
melor, mempunyai bulu cukup bagus, dan ketika anda tangkap menggunakan
tangan menunjukkan reaksi perlawanan yang besar.
Usahakan
untuk tidak membeli merpati yang sudah berumur tua. Bagi anda yang
berniat membeli burung merpati untuk diternak atau sekedar disembelih,
hal ini tidak disarankan.
Daging di area paruh nampak tidak terlalu tipis. Di bagian lubang hidungnya terdapat kerutan daging yang juga tidak tipis.
Ketika
hendak memilih burung merpati diantara berbagai pilihan merpati yang
berada dalam satu sangkar, usahakan untuk tidak terlalu dekat atau
amatilah dengan agak menjauh ke belakang. Selanjutnya amati tingkah laku
burung merpati tersebut. Pilihlah merpati yang terlihat paling dominan
atau seolah yang paling menguasai sangkar tersebut diantara lainnya.
Pelajari
juga ciri-ciri induk betina dan pejantannya. Kalau pejantan umumnya
memiliki paruh lebih tebal, melebar, dan ukurannya lebih besar; pejantan
kepalanya lebih panjang dan besar; dan apabila didekatkan dengan betina
atau pejantan lain, ia akan membekur.
Sistem Kurung dan Lepas Kandang
Beternak burung merpati sendiri sebenarnya susah-susah gampang. Berdasarkan metodenya, beternak burung merpati
terbagi atas dua metode. Yang pertama adalah sistem kurung, dan
berikutnya adalah sistem lepas kandang. Sistem kurung sebenarnya tidak
terlalu maksimal dalam prakteknya karena merpati tidak bisa keluar atau
bebas lepas dari sangkarnya. Sedangkan burung merpati sendiri adalah
jenis burung yang suka bersosialisai dengan cara terbang bebas dan
mondar-mandir kesana-kemari. Namun, apabila memang anda berniat memilih
metode kurung ini, maka usahakan agar sangkarnya diperbesar.
Bagi anda yang baru saja membeli burung merpati dari pasar, tentu tidak
bisa langsung melepas burung tersebut. Sebaiknya kurung dan beri pakan
terlebih dahulu burung merpati tersebut selama beberapa hari. Selama
dalam sangkar tersebut, lem atau beri lakban / isolasi pada sayap burung
tersebut, tapi usahakan agar tidak merusak bulu-bulu sayapnya. Setelah
beberapa hari buka lem pada sayapnya dan biarkan untuk pertama kalinya
burung tersebut keluar sendiri dari sangkarnya. Menjelang malam, apabila
burung merpati sudah mengetahui jalan kembali pulang ke sangkarnya, itu
berarti sudah ada kemajuan. Biarkanlah hal ini berulang berkali-kali
selama beberapa hari sampai memungkinkan untuk dilepas.
Makanan
Untuk makanan yang diberikan, pilihan pakan yang tepat adalah dari jenis
biji-bijian seperti jagung dan kacang hijau. Merpati sangat menggemari
biji-bijian jenis ini. Merpati dewasa umumnya membutuhkan pakan sekitar
150 gram dalam sekali makan untuk sepasangnya (masing-masingnya 75
gram). Usahakan untuk memeriksa kondisi makanan dan ketersediaan
minumannya dalam kandang. Kandang merpati sendiri sebaiknya selalu anda
perhatikan agar senantiasa bersih dan terjaga kesehatannya
Mengawinkan
Dalam beternak burung merpati, proses penjodohan merpati sebenarnya tidak terlalu susah. Untuk mengawinkan merpati ada trik-trik yang perlu diketahui.
Pertama,
kumpulkan beberapa burung merpati dalam satu sangkar selama seminggu
lamanya, hal ini untuk mengetahui terbentuknya pasangan diantara
beberapa burung tersebut. Pasangan merpati yang telah terbentuk tidak
akan lagi terpisah kecuali kalau memang sengaja dipisahkan. Bila sudah
demikian, pisahkan pasangan merpati tersebut ke dalam suatu sangkar
tersendiri.
Setelah mengandangkan pasangan merpati yang telah terbentuk tadi ke dalam satu sangkar, tutup sangkar (pagupon) di malam hari.
Menjelang
pagi, mandikan burung dan jemur di bawah cahaya matahari. Lebih bagus
bila pejantan dan betina dipisahkan ketika dimandikan, namun masih dalam
satu sangkar. Setelah kering, masukkan kembali burung ke dalam
sangkarnya dan beri makan.
Anda
bisa mengulangi langkah kedua hingga keempat sampai sekitar 3 hari. Hal
ini dilakukan agar pasangan burung tersebut bisa ‘jodoh’ atau istilah
jawanya templek. Perlu anda ketahui bahwa ketika kondisi templek atau
jodoh sudah terjadi, bagi anda yang ingin mengikutsertakan merpati dalam
adu balap merpati, mungkin inilah saat yang tepat. Dalam kondisi
templek, indukan pejantan biasanya akan bersikap agresif dan selalu
membuntuti betina kemanapun ia pergi. Sehingga bila sudah mencapai
kondisi ini, pejantan sudah dapat dilepas dan ia akan mampu melacak
betinanya. Hal ini berlangsung sampai burung tersebut bertelur.
Ketika merpati sudah siap untuk bertelur, anda bisa membantu burung
tersebut untuk melancarkan proses pengeramannya. Yang dimaksudkan
disini, sediakan ranting-ranting kecil semacam kayu-kayuan, jerami,
tali-tali bekas, batang lidi, atau sejenis itu di sekitar sangkar yang
sekiranya dapat dirangkai oleh merpati untuk dijadikan alas pengeraman
telur. Burung merpati memiliki kemampuan untuk melacak benda-benda
tersebut untuk kemudian dirangkainya sendiri menjadi alas pengeraman.
Pengeraman telur
Setelah merpati bertelur, proses selanjutnya yang dilalui adalah
pengeraman telur. Burung merpati hanya mengerami telurnya selama kurang
lebih 19-22 hari saja. Selama itu, tidak semua telur merpati akan
menetas. Seekor burung merpati biasanya hanya menghasilkan 2 telur saja,
3 telur biasanya cukup jarang. Ketika telur sudah menetas, berilah
pakan sejenis jagung yang teksturnya lebih halus pada burung indukan. Si
induk kemudian akan menyuapkan pakan tersebut pada piyik yang baru
menetas tadi. Setelah kira-kira 2-3 minggu berselang, induk merpati
tersebut akan mulai bertelur kembali. Bila anda bermaksud untuk
mengkonsumsi anak merpati tersebut, tunggulah sampai umurnya mencapai
kira-kira 4-5 minggu. Bila anak merpati tersebut hendak dipelihara terus
agar bertelur, maka pisahkan piyik dari induknya setelah ia berumur
sekitar 6-7 minggu. Tempatkan ia menjadi satu kandang jantan serta
betina agar telurnya bisa menetas. Sekedar anda ketahui bahwa telur yang
berasal dari merpati betina tanpa melalui proses perkawinan tidak akan
dapat menetas menjadi anak piyik.
Itulah sekilas tips dan informasi yang bisa anda ketahui untuk beternak burung merpati.
Selain bisa dijadikan hobi, ternak merpati untuk konsumsi juga cukup
menguntungkan karena daging merpati merupakan salah satu sumber protein
yang tinggi. Selamat dapat bermanfaat.
budidaya kelinci yang menguntungkan
Siapa yang tak pernah melihat binatang lucu ini? Ya, kelinci memang merupakan salah satu hewan yang asyik untuk dipelihara, selain bentuknya yang lucu dan menggemaskan, kelinci ternyata juga menyimpan prospek yang luar biasa untuk dibudidayakan. Hal ini dikarenakan dari tahun ke tahun permintaan kelinci pedaging maupun sebagai binatang peliharaan semakin meningkat. Berikut adalah artikel mengenai Peluang Usaha Beternak Kelinci.
Kelinci atau hewan yang masih famili Leporidae ini, bisa diternakan untuk diambil daging maupun bulunya. Salah satu jenis kelinci yang banyak digemari adalah jenis Flame. Kelinci jenis Flame tak hanya bisa dijadikan sebagai hewan peliharaan rumah saja, namun dapat juga sebagai komoditas berharga yaitu untuk diambil dagingnya.
Menurut Handoko, salah satu peternak kelinci asal Madiun, “Kelinci flame merupakan salah satu kelinci terbesar di dunia yang diakui oleh Asosiasi Peternak Kelinci di Amerika. Dinamakan Flame diambil dari suku kata Flemish berasal dari kelinci Flander di Inggris yang memiliki ukuran yang besar.”
Ciri khususnya yang dimiliki kelinci jenis Flame adalah ukurannya yang super besar dengan bulu yang pendek dan kasar. Indukan kelinci ini menurut Handoko bisa mencapai bobot 8 – 10 kg. Ciri lain dari kelinci ini adalah telingga yang membentuk huruf V dan menjuntai panjang. Kelinci ini juga memiliki tulang pinggul yang menonjol, sehingga membuatnya terlihat jelek saat berdiri. Hal ini berbeda dengan jenis kelinci yang lain, yang memiliki tulang pinggul yang menawan.
“Kelinci ini selain cepat besar, ternyata kelinci jenis flame juga kelinci yang pintar jika dipelihara. Bayangkan, dalam beberapa bulan saja, kelinci ini akan ingat nama panggilan yang diberikan kepadanya. Bahkan, kelinci ini juga mengerti bahasa yang ditujukan kepadanya.” Ungkap Handoko, yang saat ini masih aktif mengasuh sebuah paguyuban peternak kelinci di Madiun.
Indukan kelinci flame saat ini memiliki harga yang cukup tinggi, yaitu antara 350 ribu hingga 900 ribu tergantung usia, berat badan, dan warnanya. Bahkan, harganya bisa lebih tinggi jika berat kelinci itu lebih besar lagi. Ukuran yang super jumbo inilah yang menjadi alasan, bagi para peternak membudidayakan kelinci jenis ini. Baik nantinya dijual untuk kalangan hobiest atau untuk pedaging.
“Kalau di tempat kami, tak hanya menyediakan bibit kelinci Flame, namun juga jenis New Zealand. Bahkan, saat ini kami juga tengah mengembangbiakkan kelinci Blasteran, yaitu peranakan dari indukan Flame dan New Zealand. Kelinci blesteran ini ternyata mampu berkembang biak lebih cepat, dalam empat bulan, bobot kelinci sudah mencapai 2-3 kilo dan bisa dijual untuk konsumsi.” tambah handoko.
Namun sangat disayangkan, saat ini usaha ternak kelinci masih belum digarap dengan serius karena kebanyakan hanya sebagai usaha sampingan, padahal menurut Handoko, kelinci pedaging atau ternak kelinci untuk konsumsi memiliki prospek yang luar biasa. Dari segi nutrisi saja, daging kelinci lebih unggul dari daging sapi maupun kambing. Kandungan kolesterol daging kelinci lebih rendah, namun kandungan protein yang ada di kelinci sama seperti yang ada di sapi.
Tak heran jika kemudian Dahlan Iskan menggulirkan sebuah wacana untuk menggantikan daging sapi dengan daging kelinci. Handoko berpendapat sama dengan menteri BUMN tersebut, bahwa dengan beternak kelinci bisa meningkatkan derajat ekonomi rakyat. Sedangkan modal awal untuk memulai budidaya kelinci juga cukup terjangkau semua kalangan.
“Bayangkan, satu kelinci betina dalam empat bulan bisa menghasilkan anakan kelinci minimal 8 ekor, dalam satu tahun sudah bisa menghasilkan 8 x 3 yaitu kurang lebih 24 ekor. jika lebih dari satu indukan betina, misal 10 indukan? sudah berapa ekor kelinci yang dihasilkan? Jika 1 kg daging kelinci dihargai 25 ribu, padahal 1 kelinci umur 4 bulan yang siap panen minimal memiliki bobot 2 kg, maka bisa dihitung keuntungan dalam setahunnya.” ujar Handoko yang hanya mengenyam pendidikan minal STM ini.
Untuk memulai membudidayakan kelinci cukup mudah, peternak hanya memerlukan kandang sederhana dari bambu dan pakan hijau-hijauan. Kandang kelinci bisa dibuat dari bambu maupun kayu. menurut Handoko, kandang yang ideal untuk kelinci pedaging adalah 80 x 60 x 70 cm untuk setiap ekornya.
“Untuk ternak kelinci pedaging, disarankan untuk menggunakan sistem kandang baterai. Hal ini untuk mempermudah dalam perawatan. sedangkan untuk kandang kawin atau kandang soliter dibuat terpisah. Sebisa mungkin, kandang kelinci juga tidak terlalu mepet dengan tanah. hal ini untuk mencegah penyakit yang timbul dari kotoran atau sisa-sisa pakan yang jatuh.” lanjut Handoko.
Kelinci yang siap dijual sebaiknya dipilih yang berusia empat hingga delapan bulan. Pada usia tersebut kelinci memiliki bobot yang ideal untuk diambil dagingnya. selain dijual dalam bentuk kelinci siap potong, ada dua paket yang ditawarkan, yaitu indukan atau anakan. Kalau indukan diambil dari bakalan kelinci usia 7 bulan, pada usia ini kelinci siap kawin, sedangkan paket anakan kelinci bisa dijual mulai usia tiga hingga lima bulan.
Tertarik untuk beternak kelinci? Bingung mencari indukan kelinci jenis Flame dan New Zealand atau kelinci Blesteran? Bagaimana memulai dan bagaimana analisa bisnisnya? Kami menyediakan indukan kelinci jenis Flame, New Zealand dan Blasteran juga Propolis Kelinci serta air seni kelinci yang terbukti bermanfaat untuk pupuk bunga.
Kelinci atau hewan yang masih famili Leporidae ini, bisa diternakan untuk diambil daging maupun bulunya. Salah satu jenis kelinci yang banyak digemari adalah jenis Flame. Kelinci jenis Flame tak hanya bisa dijadikan sebagai hewan peliharaan rumah saja, namun dapat juga sebagai komoditas berharga yaitu untuk diambil dagingnya.
Menurut Handoko, salah satu peternak kelinci asal Madiun, “Kelinci flame merupakan salah satu kelinci terbesar di dunia yang diakui oleh Asosiasi Peternak Kelinci di Amerika. Dinamakan Flame diambil dari suku kata Flemish berasal dari kelinci Flander di Inggris yang memiliki ukuran yang besar.”
Ciri khususnya yang dimiliki kelinci jenis Flame adalah ukurannya yang super besar dengan bulu yang pendek dan kasar. Indukan kelinci ini menurut Handoko bisa mencapai bobot 8 – 10 kg. Ciri lain dari kelinci ini adalah telingga yang membentuk huruf V dan menjuntai panjang. Kelinci ini juga memiliki tulang pinggul yang menonjol, sehingga membuatnya terlihat jelek saat berdiri. Hal ini berbeda dengan jenis kelinci yang lain, yang memiliki tulang pinggul yang menawan.
“Kelinci ini selain cepat besar, ternyata kelinci jenis flame juga kelinci yang pintar jika dipelihara. Bayangkan, dalam beberapa bulan saja, kelinci ini akan ingat nama panggilan yang diberikan kepadanya. Bahkan, kelinci ini juga mengerti bahasa yang ditujukan kepadanya.” Ungkap Handoko, yang saat ini masih aktif mengasuh sebuah paguyuban peternak kelinci di Madiun.
Indukan kelinci flame saat ini memiliki harga yang cukup tinggi, yaitu antara 350 ribu hingga 900 ribu tergantung usia, berat badan, dan warnanya. Bahkan, harganya bisa lebih tinggi jika berat kelinci itu lebih besar lagi. Ukuran yang super jumbo inilah yang menjadi alasan, bagi para peternak membudidayakan kelinci jenis ini. Baik nantinya dijual untuk kalangan hobiest atau untuk pedaging.
“Kalau di tempat kami, tak hanya menyediakan bibit kelinci Flame, namun juga jenis New Zealand. Bahkan, saat ini kami juga tengah mengembangbiakkan kelinci Blasteran, yaitu peranakan dari indukan Flame dan New Zealand. Kelinci blesteran ini ternyata mampu berkembang biak lebih cepat, dalam empat bulan, bobot kelinci sudah mencapai 2-3 kilo dan bisa dijual untuk konsumsi.” tambah handoko.
Namun sangat disayangkan, saat ini usaha ternak kelinci masih belum digarap dengan serius karena kebanyakan hanya sebagai usaha sampingan, padahal menurut Handoko, kelinci pedaging atau ternak kelinci untuk konsumsi memiliki prospek yang luar biasa. Dari segi nutrisi saja, daging kelinci lebih unggul dari daging sapi maupun kambing. Kandungan kolesterol daging kelinci lebih rendah, namun kandungan protein yang ada di kelinci sama seperti yang ada di sapi.
Tak heran jika kemudian Dahlan Iskan menggulirkan sebuah wacana untuk menggantikan daging sapi dengan daging kelinci. Handoko berpendapat sama dengan menteri BUMN tersebut, bahwa dengan beternak kelinci bisa meningkatkan derajat ekonomi rakyat. Sedangkan modal awal untuk memulai budidaya kelinci juga cukup terjangkau semua kalangan.
“Bayangkan, satu kelinci betina dalam empat bulan bisa menghasilkan anakan kelinci minimal 8 ekor, dalam satu tahun sudah bisa menghasilkan 8 x 3 yaitu kurang lebih 24 ekor. jika lebih dari satu indukan betina, misal 10 indukan? sudah berapa ekor kelinci yang dihasilkan? Jika 1 kg daging kelinci dihargai 25 ribu, padahal 1 kelinci umur 4 bulan yang siap panen minimal memiliki bobot 2 kg, maka bisa dihitung keuntungan dalam setahunnya.” ujar Handoko yang hanya mengenyam pendidikan minal STM ini.
Untuk memulai membudidayakan kelinci cukup mudah, peternak hanya memerlukan kandang sederhana dari bambu dan pakan hijau-hijauan. Kandang kelinci bisa dibuat dari bambu maupun kayu. menurut Handoko, kandang yang ideal untuk kelinci pedaging adalah 80 x 60 x 70 cm untuk setiap ekornya.
“Untuk ternak kelinci pedaging, disarankan untuk menggunakan sistem kandang baterai. Hal ini untuk mempermudah dalam perawatan. sedangkan untuk kandang kawin atau kandang soliter dibuat terpisah. Sebisa mungkin, kandang kelinci juga tidak terlalu mepet dengan tanah. hal ini untuk mencegah penyakit yang timbul dari kotoran atau sisa-sisa pakan yang jatuh.” lanjut Handoko.
Kelinci yang siap dijual sebaiknya dipilih yang berusia empat hingga delapan bulan. Pada usia tersebut kelinci memiliki bobot yang ideal untuk diambil dagingnya. selain dijual dalam bentuk kelinci siap potong, ada dua paket yang ditawarkan, yaitu indukan atau anakan. Kalau indukan diambil dari bakalan kelinci usia 7 bulan, pada usia ini kelinci siap kawin, sedangkan paket anakan kelinci bisa dijual mulai usia tiga hingga lima bulan.
Tertarik untuk beternak kelinci? Bingung mencari indukan kelinci jenis Flame dan New Zealand atau kelinci Blesteran? Bagaimana memulai dan bagaimana analisa bisnisnya? Kami menyediakan indukan kelinci jenis Flame, New Zealand dan Blasteran juga Propolis Kelinci serta air seni kelinci yang terbukti bermanfaat untuk pupuk bunga.
Posted by Unknown
at 18.07,
Add Comment
Read more
Ternak Ayam Kampung
Dukungan pemerintah dalam hal ini kementrian Pertanian terhadap pengembangan bisnis ayam kampung untuk usaha Mikro, Kecil dan koperasi cukup positif. Saat ini sedang dibuat blue print atau biasa disebut sistem pengembangan ayam kampung. Dalam blue print ini akan memberikan perlindungan bagi peternak ayam kampung dalam skala usaha mikro, kecil dan koperasi dalam menjalankan usahanya. Investor besar tidak boleh memasuki bisnis ayam kampung ini. Kapasitas pemeliharaan maksimal 10.000 ekor untuk satu peternak. Dengan pembatasan ini diharapkan usaha ternak rakyat akan berkembang dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Ternak Ayam Kampung Saat Ini
Kondisi usaha ternak ayam kampung saat ini masih diusahakan dengan cara tradisional dan belum melalui cara intensif. Baru sekitar 340 peternak ayam kampung dikawasan kab.nganjuk yang mengusahakannya secara intensif, diluar itu masih dengan cara tradisional. Setelah blue print ini selesai pada bulan mei 2014 diharapkan peternak tradisional akan beralih pada usaha ternak ayam kampung secara intensif, untuk itu para mastah mastah blogger mungkin ada minat untuk membuka usaha sampingan di bidang per-unggasan karena usaha ini bisa di sambi sambil blogging gan :D dan ane pun udah melakukan dan hasilnya sebulan lumayan gan untuk jajan, oke? Take action gan :D
Posted by Unknown
at 18.04,
Add Comment
Read more
Langganan:
Postingan (Atom)

